KTP-el TERCETAK DENGAN DATA MASUK PERTANGGAL 21 APRIL 2016

Asal Usul pemakaman dewi sekardadu
Posted by at 2016-04-20 00:00:00



Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu berada tepat di dusun Kepetingan desa Sawahan, kecamatan Buduran.Masyarakat selalu mengunjungi lokasi makam beliau untuk berziarah dan berdoa, terutama pada upacara Nyadran, yang digelar setiap bulan Ruwah, yaitu seminggu sebelum Ramadhan Untuk mencapai kawasan wisata religi makam Putri Ayu Dewi Sekardadu ini mempunyai dua rute berbeda. Pertama dari Jl Insinyur Haji Juanda melaju ke arah Sedati agung , lalu melaju kearah selatan hingga sampai di desa damarsari , masih lurus lagi mengikuti jalan sekitar 5 km akan sampai di desa sawohan , Rute Kedua Dari Alun-Alun Sidoarjo menuju desa bluru kidul , dari sana bisa menyewa/ menumpang perahu nelayan untuk sampai di desa sawohan. Memang Wisata Religi di makam Putri Ayu Dewi Sekardadu ini tidak sebagus wisata religi di masjid ampel ataupun troloyo mojokerto , namun suasana sejuk dan tenang akan terasa saat berada di area makam .Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu ramai dikunjungi pada hari sabtu-minggu atau hari libur , pengunjungnya bisa sampai 300 orang dalam 1 hari. Yang lebih bernilai tentunya disini kita akan mendapatkan cerita sejarah Putri Ayu Dewi Sekardadu oleh juru kunci , dan yang dapat menjadikan kita mengerti akan sejarah leluhur kita serta dapat menjadikanya pelajaran untuk masa mendatang. Kenapa makam Dewi Sekardadu ada di Kepetingan dan Gresik? Durohim (juru kunci) punya pendapat. Suatu ketika, tahunnya tidak jelas, kerabat dan para santri Raden Paku alias Sunan Giri mengetahui bahwa jenazah Dewi Sekardadu, ibunda Sunan Giri, dimakamkan di Kepetingan. Mereka pun datang untuk mengambil jasad itu. Bagi nelayan Ketingan, Balongdowo, dan Bluru Kidul, kontroversi seputar lokasi makam Dewi Sekardadu tidak begitu penting. Yang paling penting, Dewi Sekardadu bukan orang sembarangan karena ia ibunda Sunan Giri, salah satu wali penyebar Islam di Jawa.  Karena itu, ritual nyekar atau ziarah di makam Dewi Sekardadu menjadi tradisi turun-temurun para nelayan di Sidoarjo. Upacara nyadran senantiasa menjadi momen untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang telah mereka nikmati. Mereka juga berdoa, menggelar pengajian di kompleks makam Dewi Sekardadu, agar rezeki dari laut selalu dilimpahkan kepada para nelayan. "Tempatnya bagus untuk berdoa, sekaligus syukuran," kata Haji Waras. Saya beberapa kali ikut upacara nyadran yang sangat kental dengan nuansa tradisi Jawa dan Islam. Sebuah kombinasi atau inkulturasi yang sangat harmonis. Para nelayan, khususnya ibu-ibu, menyiapkan tumpeng--semakin banyak semakin baik--untuk dilarung di beberapa tempat penting di sepanjang sungai. Sebagian tumpeng dibawa ke kompleks makam Dewi Sekardadu. Setelah pengajian, mendengar khotbah cukup panjang, makanan rakyat itu pun dinikmati bersama. Warga Ketingan, sebagai tuan rumah dan 'penjaga' makam Dewi Sekardadu menerima para tamunya dari Balongdowo atau Bluru Kidul dengan ramah. Mereka memang sama-sama orang laut. Dari kompleks makam, proses perahu dilanjutkan ke tengah laut, dekat Selat Madura. Diyakini, zaman dulu jasad Dewi Sekardadu ditemukan oleh para nelayan Sidoarjo, yang tak lain nenek-moyang para nelayan di Sidoarjo sekarang. Mereka melakukan napak tilas itu dengan mempersembahkan tumpeng utama di situ. Lalu, pulanglah rombongan perahu nyadran untuk melanjutkan acara di kampungnya.  Begitulah. NYADRAN alias TASYAKURAN LAUT alias PETIK LAUT selalu menjadi hajatan meriah bagi keluarga besar nelayan Sidoarjo. Sebuah tradisi orang kampung untuk bersyukur kepada Allah yang Mahabesar.Siapa sebenarnya Putri Ayu Dewi Sekardadu ? Beliau adalah putri dari Kerajaaan Blambangan yang dikenal bernama Prabu Minak Sembuyu. Putri Ayu Dewi Sekardadu juga merupakan ibu dari Raden Paku salah satu wali penyebar agama Islam,atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Giri. Dahulu kala PutriAyu Dewi Sekardadu anak dari raja Blambangan yang terkenal cantik jelita, terserang penyakit sangat berat. Segala daya dan upaya telah dicoba, tabib-tabib terkenal sudah didatangkan, tapi berakhir sia-sia. Raja Blambangan yang putus asa akhirnya menggelar sayembara barang siapa yang bisa menyebuhkan penyakit Putri Ayu Dewi Sekardadu , bila masih muda akan di nikahkan dengan Putri Ayu Dewi Sekardadu, apabila sudah tua akan  jadi kerabat kerajaan. Banyak yang mengikuti sayembara akan tetapi semuanya gagal , setelah beberapa saat ada orang yang bernama Syeh Maulana Iskak mengajukan diri untuk ikut sayembara tersebut, dan akhirnya dia  berhasil menyembuhkan penyakit Putri Ayu Dewi Sekardadu.Sesuai dengan janjinya sang Rajapun menikahkan keduanya . Singkat cerita , Sang prabu dan Syeh Maulana bertengkar dikarenaka sang prabu engga untuk menuruti ajakan syeh maulana masuk agama islam. Dari permusuhan itu Syeh Maulana pamit mundur ketika ibu Putri Ayu Dewi Sekardadu sedang hamil besar.  Syeh Maulana berpesan jika lahir laki-laki, namakan dia RADEN PAKU. Setelah Sunan Giri lahir , dia dihanyutkan di laut oleh raja Blambangan. Mengetahui anak tercintanya dibuang ke laut, Putri Ayu Dewi Sekardadu menceburkan diri ke laut mengejar-ngejar anaknya. Namun gelombang ombak terlalu besar, dan  tenggelamlah pula Putri Ayu Dewi Sekardadu Jasad Putri Ayu Dewi Sekardadu terbawa arus ke arah sidoarjo. Konon jasad Putri Ayu Dewi Sekardadu di gotong ramai-ramai oleh ikan keting ke dekat pantai. Akhirnya dari peristiwa itu wilayah daerah tersebur diberi nama KETINGAN atau KEPETINGAN. Cerita sejarah Putri Ayu Dewi Sekardadu memang mempunyai beberapa versi yang berbeda dan dari sumber yang berbeda pula. Tapi menurut juru kunci di sinilah (buduran-sidoarjo) tempat pemakaman jasad Putri Ayu Dewi Sekardadu yang asli.